berita jatuhnya pesawat cassa 212 ternyata tidak hanya sekedar berita, namun juga membuka memori perjalanan Pusdiklat Bahasa dalam mendidik siswanya. Satu dari 18 korban adalah mantan siswa Pusdiklat Bahasa, yang bersekolah bahasa Jepang sebelum berangkat ke NDA Jepang untuk melanjutkan pendidikan setelah bersekolah di Taruna Nusantara, Lettu Penerbang Febi Fitrian.
tidak banyak yang bisa kami sampaikan di sini namun kami tuliskan beberapa link yang menggambarkan betapa kepergiannya menyisakan duka yang mendalam bagi keluarga, dan merupakan suatu kehilangan bagi bangsa ini atas putra terbaiknya.
dari rekan:
http://tarnus6.wordpress.com/2008/06/28/febi-fitrian-selamat-jalan-sahabat/
http://tarnus6.wordpress.com/2008/07/01/klip-video-kumpulan-kenangan-febi-fitrian/
dari media:
http://www.tempointeraktif.com/hg/nusa/jawamadura/2008/06/30/brk,20080630-127115,id.html
dari blogers:
http://priandoyo.wordpress.com/2008/06/30/febi-fitrian/
http://www.andiewicaksono.com/2008/06/foto-saat-saya-bersama-alm-febi-fitrian.html
terima kasih atas update informasinya, kami juga baru tau bahwa satu dari 18 korban adalah mantan siswa Pusdiklat Bahasa, yang bersekolah bahasa Jepang, rekan kami Febi Fitrian.
Salam dari kami, tarnus 6.
Komentar oleh andieaw — Juli 2, 2008 @ 10:42 am
Atas nama keluarga besar Badiklat Dephan, saya menyampaikan turut belasungkawa yang sedalam-dalamnya. Semoga Almarhum mendapat tempat yang terbaik di sisi Allah Swt, dan seluruh keluarga yang ditinggalkan dikuatkan iman Islamnya. Amiin.
Komentar oleh Anton H Biantoro — Juli 3, 2008 @ 2:55 pm