berbahasa jepang

Agustus 2, 2008

Kiai Kanjeng ~ Istighfar

Filed under: belajar, berita, budaya — javanese @ 4:09 am

Selamat merayakan Isra’ & Miraj ( الإسراء والمعراج ‎ ) 26 Rajab 1429 Hijriah (2008-Masehi).

 

Beberapa hari ini, rasanya dimana-mana penuh saling cerita heboh jagal mutilasi’er bernama Verry Idham Henyansyah alias Ryan Jombang. Kota Jombang pun langsung melejit seantero nusantara. Apakah Ryan Jombang ini suatu manusia langka, fenomena sosial, ataukah hanyalah salah satu sampel dari fakta yang saat ini baru dipublikasikan ke masyarakat banyak?

Namun kota Jombang tak hanya punya Ryan yang pernah jadi guru ngaji itu, Emha Ainun Nadjib alias Cak Nun, pimpinan grup Kyai Kanjeng, juga kelahiran Jombang juga lho. Tak ada salahnya pada hari libur perayaan Isra’ & Miraj ini kita meluangkan waktu sejenak saja untuk introspeksi akan pemahaman hikmah Istighfar (mohon ampunan kepada Tuhan) selama ini dengan dihantarkan kotbah Cak Nun.

Artis (Band): Ki Sudrun, Hamas / Kiai Kanjeng

Astaghfirullah Rabb-alBarayaa
astaghfirullah min-alkhataayaa

Astaghfirullah Rabb-alBarayaa
astaghfirullah min-alkhataayaa

Astaghfirullah Rabb-alBarayaa
astaghfirullah min-alkhataayaa

Astaghfirullah Rabb-alBarayaa
astaghfirullah min-alkhataayaa

Ya Allah Gusti nyuwun pangaksami
sampun dangu kulo ninggalke agami
infaq sadaqah lan kitab suci
Nyuwun tuntunan Illahi Rabbi

Astaghfirullah Rabb-alBarayaa
astaghfirullah min-alkhataayaa

Astaghfirullah Rabb-alBarayaa
astaghfirullah min-alkhataayaa

Ya Allah Gusti kang ndamel jagat
kathah bilahi kawala sambat
punopo coba punopo laknat
istighotsah lan maos shalawat

Astaghfirullah Rabb-alBarayaa
astaghfirullah min-alkhataayaa

Astaghfirullah Rabb-alBarayaa
astaghfirullah min-alkhataayaa

Ya Allah Gusti kang Maha Tartil
paringo imam jujur lan adil
negara aman sangka wong jahil
agama adoh akale kancil

Astaghfirullah Rabb-alBarayaa
astaghfirullah min-alkhataayaa

Astaghfirullah Rabb-alBarayaa
astaghfirullah min-alkhataayaa

Kotbah Cak Nun:
Seandainya… kita sempat diberi peluang oleh Allah dikasih biaya untuk keliling dunia menyusur benua-benua, lautan dan semua dataran maupun gunung di seluruh permukaan bumi.

Atau paling tidak, kalau pada suatu hari kita bertemu dengan saudara-saudara kita sesama manusia yang berasal dari daerah-daerah yang bermacam-macam. Tanyakan kepadanya: Apakah di negerinya ada tanah sesubur tanah negeri kita? Apakah ada bumi yang bagaikan ibu hamil yang subur sebagaimana bumi nusantara kita? Tanyakan kepada mereka: apakah ada matahari yang se-sumringah matahari republik Indonesia? Tanyakan kepada mereka: apakah ada rerumputan yang riang gembira sebagaimana rerumputan di padang-padang kita? Tanyakan kepada mereka tentang kembang-kembang, bunga-bunga, pepohonan, angin, dan apa saja, apakah ada yang seindah Indonesia? Apakah ada yang sesubur Indonesia? Apakah ada yang.. sedahsyat Indonesia didalam memantulkan rahmat dan baroqah Allah SWT?

Betapa cintanya Allah kepada kita. Betapa sayangnya Allah kepada bangsa kita. Betapa beruntungnya kita dilahirkan di bumi pertiwi. Jadi kenapa sampai krisis seperti ini? Kenapa sampai kacau begini negeri kita? Mengapa kita berebut makanan, berebut kekuasaan, berebut apa saja seolah-olah kita adalah bangsa yang sangat miskin padahal kita bangsa yang sangat kaya raya?

Atau mungkin kita menjadi sangat malas.. karena sudah tersedia apapun saja di negeri ini? Dan tiba-tiba, kita menjumpai diri kita bertengkar satu sama lain. Bahkan berbunuhan satu sama lain. Memusnahkan satu sama lain. Me-nidak-kan satu sama lain. Membenci satu sama lain. Kenapa?

Apa yang salah dengan sistem budaya kita? Apa yang salah dengan sistem akal fikiran kita? Sistem politik kita, demokrasi kita, dan lain sebagainya, apa yang salah? Apakah kita bersedia untuk… melihat bahwa memang ada kesalahan-kesalahan yang sedang kita lakukan?

Saya yakin, sebagaimana suburnya tanah dan tanaman-tanaman di negeri ini, Allah juga memberi rahmat berupa kesuburan dan kecerdasan di akal kita, dan kesuburan cinta di dalam hati kita. Akan tetapi masalahnya.. kita bukan nggak punya ilmu untuk menyelesaikan masalah. Kita bukan tidak punya metode untuk mengurangi bentrokan-bentrokan. Kita bukan tidak punya solusi untuk mengakhiri kerusuhan-kerusuhan dan pembunuhan-pembunuhan.

Masalahnya adalah: kita mau atau tidak? Kita bersedia atau tidak? Untuk mengubah diri kita agar supaya tidak terus-menerus di atas udara negeri ini terLantunkan secara batiniah tembang-tembang kematian, kematian, ….

dari: http://jiwamusik.wordpress.com

3 Komentar »

  1. haik! arigato gosaimasu for spreading these words

    iya, dou itashimashite

    Komentar oleh Jiwa Musik — Agustus 2, 2008 @ 4:26 am

  2. ritual isra’ mi’raj, di Indonesia sudah menggema setiap tahunnya, dan seolah-olah wajib dilaksanakan. pendapat saya eseni dari isra’ mi’raj adalah bagaimana akhlak manusia dapat sempurna seperti nur Muhammad, menurut tasyawuf. tetapi mengapa di Indonesia korupsi dan kekerasan merajalela.

    doakan agar Indonesia dapat terbebas dari korupsi dan kekerasan, walaupun harus sampai 100 tahun lagi.

    Komentar oleh mariam — Agustus 19, 2008 @ 8:38 am

  3. Istighfarlah secara menyeluruh, mulai hati, mulut dan badan..

    insyaAllah, amin.

    Komentar oleh A. Kuswanto — Agustus 23, 2008 @ 2:06 am


RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: